BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca 20–22 Maret 2026, Hujan Lebat Berpotensi Meluas di Sejumlah Wilayah

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat terkait potensi cuaca ekstrem dalam periode 20 hingga 22 Maret 2026. Dalam pembaruan terbarunya, sejumlah daerah di Indonesia diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, bahkan berpeluang disertai angin kencang.
Informasi yang disampaikan melalui kanal resmi BMKG itu menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang bisa meningkat, terutama di wilayah yang masuk kategori rawan.
BMKG membagi potensi cuaca ke dalam tiga tingkat kewaspadaan, yakni waspada, siaga, dan awas. Klasifikasi ini didasarkan pada intensitas curah hujan yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Pada 20 Maret 2026, sejumlah provinsi seperti Jawa Tengah, Bali, hingga Kalimantan dan Papua masuk kategori waspada. Sementara itu, wilayah padat seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur berada pada level siaga dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Untuk hari yang sama, belum ada daerah yang masuk kategori awas, namun peringatan angin kencang dikeluarkan untuk Kepulauan Bangka Belitung dan Maluku.
Memasuki 21 Maret 2026, cakupan wilayah terdampak masih cukup luas. Hampir seluruh Pulau Jawa, termasuk Jawa Timur, diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Adapun wilayah seperti Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua Selatan masih berada dalam status siaga. Potensi angin kencang juga dilaporkan di beberapa wilayah timur Indonesia.
Sementara pada 22 Maret 2026, hujan masih berpotensi terjadi di berbagai daerah, termasuk Jawa, Kalimantan, dan Papua. Untuk kategori siaga, wilayah Nusa Tenggara Timur serta sejumlah daerah di Sulawesi dan Maluku diperkirakan mengalami curah hujan tinggi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama menjelang periode libur Lebaran yang biasanya diiringi peningkatan mobilitas. Warga diharapkan memantau perkembangan cuaca terkini serta mengantisipasi potensi dampak yang bisa ditimbulkan. ***







